Pujangga Angkatan’56


Pujangga

Kabut asap yang muncul dari tembakau yang terbakar di ujung mulutnya tidak mengurangi keinginannya untuk menggerakkan jemarinya memainkan dawai “kencrung” nya. Yang menurutku sangat susah memainkannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s