Cublak-Cublak Suweng


“Cublak-cublak suweng…
Suwenge teng gelethek…
Mambu kedundung gudhel…
Tak ijo royo-royo..
Sopo ngguyu ndelekake…
Sir..sir..pong ndheleake..
Sir..sir..pong ndheleake..
Sir..sir..pong ndheleake.”

Dulu waktu aku masih kecil, ini merupakan suatu permainan yang sudah tidak melihat siapa yang memainkan, apa statusnya, kaya atau miskin, warna kulit, laki-laki atau perempuan. Pokoknya siapa yang kalah itu dia yang terkena hukuman. Fenomenal yang terjadi sekarang adalah hampir tiada lagi aku mendengar permainan ini. Boro-boro mereka hapal dengan lagu ini, mereka lebih asyik dengan tut’s-tut’s Playstation atau nada-nada dering dari hape mereka. Sehingga terlihat sekali perbedaan status, antara kamu dan aku, antara dia dan mereka.

Siapa yang harus disalahkan?

Apakah harus begini?

 

Related Post :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s