Enggih Pak Dhe…!!


DSC_0133 Semakin tua semakin menjadi. Mungkin karena telah banyak makan asam garam. Yach, begitulah karakter dari pakdhe. Dengan gaya bicara yang tidak dibuat-buat, namun santai, mungkin karena sambil menikmati rokok kelembak menyan hasil lintinganku yang sangat kurang sempurna, tidak seperti beliau yang telah lincah melinting kertas-kertas pembungkus kelembak menyan. Bila malam menjelang radio buntut tidak pernah lepas dari samping telinganya, walau sudah ada TV dengan acara dan program-program yang menurutku lebih menarik, namun beliau selalu dengan setia menjawab,“Lee ….tolee… radio iki suarane luwih enak dirungokke tinimbang suara TV, luwih merdu”, dan sekali lagi ‘Goro-Goro’ wayang kesukaannya. Trok tok-tok-tok. Aku hanya bisa mencibir dan ngacir.

“Padi itu semakin berisi, semakin merunduk” atau “Roda itu tidak selalu diatas atau dibawah” atau masih banyak nasihat-nasihat lainnya yang menyejukkan hati ini bila pikiran bunek.

Ketika sudah banyak asap rokok, asap knalpot, dan asap dunia lainnya yang telah merusak jalan aliran darah di otakku aku selalu berusaha meluangkan waktu untuk pulang ke desaku, Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo Jawa  Tengah. Sedikit mengambil nafas di pematang sawah sebelum kembali lagi ke kota.

Related Post :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s