Datuk..


DSC_0088

Embun belum genap menghabiskan waktunya, dimana kami bersiap-siap untuk membersihkan nisan kakek dari istri saya. Mereka menyebutnya Datuk. Walau sudah cukup tua, namun wibawa yang terpancar dari nisan ini masih sangat terasa, menandakan bahwa dulu beliau hidup dengan kebijakan dan kebijaksanaan yang cukup disegani oleh masyarakat sekitar. Degan tak lupa meminta izin terlebih dahulu kembali lensa ini untuk berkedip sebagai kenang-kenangan dan cerita bagi anak cucu kami, bahwa kita hidup atas jasa-jasa dari para pendahulu kita. Tanpa mereka kita bukan apa-apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s