System Perladangan Berpindah


System perladangan berpindah tidak dapat dipisahkan dari keberadaan suku Dayak. Bahkan dapat dikatakan system perladangan merupakan identitas kunci yang dimiliki suku Dayak Kalimantan tengah. System perladangan yang dilaksanakan oleh suku Dayak mengandung nilai-nilai spiritual serta selaras dengan prinsip-prinsip konservasi modern. Nilai-nilai spiritual dalam system perladangan nampak jelas terlihat pada kegiatan pencarian calon lokasi ladang, cara pembakaran, cara pemanenan, dan sebagainya. Dimana dalam menentukan calon lokasi ladang, suku Dayak terlebih dahulu melakukan ritual khusus dan kontemplasi (tenung).

Penggunaan media tanda-tanda alam dan suara serta gerakan binatang (burung, rusa, dan lain-lain) dalam kegiatan perladangan menggambarkan hubungan dan ketergantungan simbiosis mutualisme antara suku Dayak dengan alam sekitar. Karenanya sudah dapat dipastikan bahwa suku Dayak akan selalu menjaga dan memelihara relasi baik tersebut, dalam rangka mempertahankan dan keberlanjutan kegiatan perladangan yang bukan hanya menjadi salah satu system produksi pertanian. Kehancuran dan kepunahan satwa liar dengan ekosistemnya berarti sama dengan penghancuran dan peniadaan budaya suku Dayak tiu sendiri.

Ritual dan kontemplasi tersebut dimaksudkan untuk memperoleh petunjuk dan izin dari roh-roh (gana) yang mendiami hutan yang akan dijadikan calon lokasi ladang. Apakah daerah dapat dijadikan lokasi ladang. Pada suku Dayak Kadorih/ Dohoi misalnya, didalam mencari calon tempat berladang dikenal suatu tempat yang disebut Dahiyang yang artinya iblis atau roh halus yang melarang tempat tersebut dijadikan lokasi ladang. Ciri dari tempat yang ber-Dahiyang antara lain :

• Burung Atih berbunyi tit (hanya satu kali) berarti tidak boleh berladang di situ

• Suara Elang menangis atau seperti suara menangis

• Tanah lengket di parang yang menunjukkan lokasi tersebut tidak subur

Pembukaan lokasi ladangpun suku Dayak tidak asal sembarangan, terlebih dahulu dilakukan upacara pemindahan makhluk halus penunggu hutan atau pohon-pohon yang akan dijadikan lokasi ladang ke tempat lain melalui media darah ayam, telur dan beras.

Begitu pula dengan pembakaran ladang. Pertama pembakaran umumnya dilakukan tengah hari saat panas terik mencapai puncaknya dan angin tidak bertiup keras. Hal ini mengandung arti makna bahawa saat panas terik maka materi pembakaran akan cepat habis dan tidak menimbulkan asap dalam waktu lama, angin tidak bertiup kencang, sehingga tidak rawan menimbulkan kebakaran yang tidak terkendali. Kedua kegiatan pembakaran dilakukan berlawan dengan arah angin. Ketiga sebelum pembakaran dilakukan biasanya di sekeliling lahan yang berbatasan dengan hutan dibersihkan terlebih dahulu. Ini merefleksikan konsep sekat bakar sudah berlaku di struktur kehidupan perladangan suku Dayak.

Dalam melakukan kegiatan penugalan (penanaman padi ladang), biasanya para peladang melihat pertanda (dahiyang) yang direpresentasikan melalui media suara burung atau melihat bintang dilangit. Suara burung dapat dijadikan pedoman keputusan perlu atau tidaknya penugalan dilaksanakan pada waktu itu.

System perladangan berpindah bukanlah suatu system yang statis, melainkan dinamis yang juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial ekonomi, budaya, dan tekhnologi yang terjadi serta perlu memperhatikan batasan waktu dan ruang yang ada, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan ruang kegiatan ekonomi (kawasan hutan) semakin sempit, praktek perladangan perlu mengadaptasi diri. System rotasi perladangan dengan bera yang dulunya antara delapan dan 15 tahun, sekarang dalam prakteknya sudah sulit diterapkan karena smakin sempitnya kawasan hutan yang tersisa akibat konversi untuk kegiatan lain seperti perkebunan, pertanian dan lain-lain. (Disadur dari catatan AULE DOHONG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s