Mallioboro


Paguyuban Kawasan Malioboro mendesak Pemerintah Kota Yogyakarta segera mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan citra dan kondisi Yogyakarta akibat dampak erupsi Gunung Merapi. Hal ini mengingat sebentar lagi memasuki masa liburan akhir tahun yang menjadi momen para pelaku usaha dan jasa di Malioboro untuk meraup rezeki.

Sumber penghidupan Malioboro kan memang bergantung dari kunjungan wisatawan.
— Sujarwo

Sejak erupsi Merapi 26 Oktober lalu, Ketua Paguyuban Kawasan Malioboro, Sujarwo mengatakan bisnis barang dan jasa di ikon wisata belanja Yogyakarta itu anjlok hingga rata-rata 70 persen. Hal ini dikarenakan menurunnya minat wisatawan mengunjungi Yogyakarta akibat ketakutan terkait kondisi Merapi.

Meskipun sebenarnya, Kota Yogyakarta berjarak sekitar 30 km dari puncak Merapi dan tidak terkena dampak langsung erupsi berupa awan panas dan lontaran material vulkanik. Kota Yogyakarta hanya sempat terkena hujan abu vulkanik saat erupsi besar pada 30 Oktober dan 5 November lalu yang kini dampaknya sudah hilang.

“Sumber penghidupan Malioboro kan memang bergantung dari kunjungan wisatawan. Karena itu, Pemkot harus bisa meyakinkan wisatawan, khususnya dari luar Yogyakarta, untuk mau berkunjung dengan aktif berpromosi,” kata Sujarwo, Jumat (19/11/2010).

Meski sejak seminggu terakhir aktivitas perekonomian di Malioboro dikatakan Sujarwo mulai bergeliat lagi, seiring meredanya aktivitas Merapi, namun levelnya belum kembali seperti sebelum erupsi. Jika tidak ada langkah strategis untuk memulihkan citra Yogyakarta, di khawatirkan musim liburan akhir tahun ini banyak wisatawan beralih ke kota lain.

Padahal, Sujarwo mengatakan terdapat sekitar 5.000 orang yang hidupnya bergantung dari denyut kunjungan di Malioboro. Selain itu, Pemkot juga diminta memberikan insentif kepada para pelaku usaha dan jasa dari berbagai pungutan pajak, retribusi, maupun iuran. Hal ini untuk meringankan beban pengeluaran mengingat para pelaku usaha juga masih mengalami kelesuan.

Secara terpisah, Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya memulihkan citra Yogyakarta dengan berkomunikasi ke media massa dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menyampaikan kepada publik luas bahwa Yogyakarta aman untuk dikunjungi.

Pemkot juga merangkul para pemangku kepentingan pariwisata untuk ikut meyakinkan publik terkait keamanan kota pariwisata itu.

Kompas,19 November 2010

One thought on “Mallioboro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s