“Laluna”ku di Ujung Genteng SMA..


Entah sudah berapa puluh tahun yang lalu aku meninggalkan bangku SMUku, dan entah sampai kapan saksi bisu akan tetap bisu.

Tentang seorang “Laluna” yang hinggap dan pergi, yang hanya mampu kutatap desir rambutnya dari balik kaca jendela sebuah angkutan yang membawanya pergi dan hanya sisakan senyum tipis dan dingin seperti biasanya. . Hingga pada suatu waktu mata bertemu mata, namun tetap saja biarlah kebisuan menjadi jarak cerita antara “Angsana” dan “Laluna”.

“Dia manusia bodoh”, cerita kawannya tentang aku. Ya. Aku memang seorang pematung dengan jari yang tak terlipat dengan sempurna, yang hanya mampu menorehkan sebuah nama di sebuah meja kayu di depan mataku.

Dan akhirnya “Laluna” ku berujung disebuah kertas putih, sebagai akhir batas cerita seorang pematung yang tak sempurna.

Related Post :

One thought on ““Laluna”ku di Ujung Genteng SMA..

  1. elang114 says:

    Akhirnya aku bertemu “Laluna” ku setelah berapa tahun tak terdengar desir rambutnya.”Laluna” tetap menjadi “Laluna”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s