New Waterfall Beside Batu Mahasur Waterfall


483445_3534705304730_1155612347_n

Foto ini diambil atas ijin kawan facebook di album kepunyaannya.

14.30 WIB. Bersama dengan teman-temanku, Bika n anaknya, Byrin, Usuf perjalanan menyusuri hutan dan anak sungai demi mendapatkan sebuah air terjun baru yang belum terjamah dimulai. Air terjun ini masih berada di wilayah tempat kami tinggal kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Hening, dan hanya suara serak dan derak air sungai kecil yang menemani dan sebagai petunjuk tentang adanya sebuah aliran sungai yang nantinya berpangkal pada sebuah air terjun baru yang kami harapkan.

Perjalanan dimulai dari pintu gerbang air terjun Batu Mahasur. salah satu obyek wisata air terjun di Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Namun tujuan perjalanan kali ini adalah hulu dari air terjun ini yang belum banyak terjamah oleh wisatawan maupun penduduk di sekitar Kuala Kurun, hanya beberapa orang saja yang mengetahui mengani air terjun ini. Dari pintu gerbang kami turun ke arah kiri air terjun batu mahasur, dari sini kemi menyusuri anak sungai. Berbasah-basah ria, karena kami terpaksa mengambil jalur ini, karena tidak mungkin kami mengambil jalur darat yang masih terlalu rapat oleh sulur-sulur tanaman yang menunjukkan kuasanya bahwa ini adalah daerah mereka, daeah belum terjamah.

Keperkasaan alam dalam hutan membuat kami tampak sangat kecil. Kadang aku bergidik, karena yang pertama tidak ada satupun diantara kami yang membawa parang untuk menebas rumput-rumput tajam yang dengan sengaja mengiris kulit ari kami, dan gigitan nyamuk dan semut (kangkrang) yang marah karena mengganggu aktivitas kebiasaan mereka. Nyuwun pangapunten lah.

Tersesat. Merupakan salah satu bumbu dalam penjelajahan. Anak sungai yang bercabang menipu kami, yang seharusnya kami berbelok kekiri, kami berbelok ke kanan sampai akhirnya kami menemui kebuntuan. Deru anak sungai juga turut ambil alih menipu kami, karena lama kelamaan bunyi tersebut menghilang, menunjukkan pertanda bahwa kami salah jalan. Akhirnya kembali kami ke arah percabangan anak sungai yang baru tersebut. 16.oo. Hampir kami mengalami keputus asaan.

16.30 WIB. Dari arah percabangan tersebut kurang lebih 30 menit perjalanan ternyata air terjun baru tersebut dapat kami jumpai. Puas akhirnya kami lalui dengan beberapa kawan kami yang bermandi ria di bawah segarnya air terjun tersebut.

“Seperti senjata tanpa peluru”

Sebuah pelajaran lagi yang kuperoleh. Bahwa persiapan yang matang tidak cukup hanya dengan sekali saja. Perlu dengan cermat dalam mempersiapkan segala hal yang menyangkut perjalanan panjang.

Ya…kamera kesayanganku canon eos 1000 D yang kusayang tak pernah tertinggal dan tripot sudah kupersiapkan dari awal perjalanan namun baterai kamera ku tertinggal, dudukan tripot juga tertinggal. Jadi sepertinya perjalanan ini hanya sebuah perjalanan yang sia-sia belaka.

Tajamnya duri, dinginnya air, gigitan semut nakal, dan terperosok dalam kubangan air menjadi sebuah saksi bahwa pengalaman ini menjadi sesuatu hal yang berharga dalam catatan harianku.

Sekedar informasi bagi temen-temen yang hendak ke air terjun ini untuk membawa..

  • Parang
  • Lensa makro (karena banyak obyek makro yang menganggumkan)
  • Lensa tube/ reverse bila tidak memiliki lensa makro
  • Blitz karena cahaya sangat kurang, tertutup oleh kanopi hutan yang tebal.
  • Jikalau memungkinkan lebih pagi untuk menuju kesana sehingga lebih banyak hal yang diexplor

By the way, thanks to all my friend for the adventure

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s