Musuh Dalam Selimut…


Rupa-rupa bentuk dan watak orang dalam berorganisasi. Dan ternyata sangat tidak mudah memahami dan dipahami.

Satu hal terakhir ini yang sangat saya benci adalah “musuh dalam selimut”, karena saya sering terjebak diantaranya, sehingga pada suatu waktu kita bisa berpikir sejalan, namun disuatu waktu ternyata ide, konsep yang sudah digegas akhirnya patah dengan sendirinya.

Betul juga orang tua dulu berpesan ” Pari nek mateng nambah munduk “ (Padi kalau semakin berisi semakin merunduk), dalam artian kata lebih banyak diam aja sepertinya jalan yang terbaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s